Materi Kuliah
Jenis Jenis Penelitian Ilmiah
- Yenrizal
- 26 Sep 2021
- dilihat 335
ilustrasi
PENGANTAR
Tulisan dibuat sebagai sebuah rangkaian dalam proses pembelajaran di FISIP UIN Raden Fatah. Sejatinya, ini diperuntukkan untuk mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah yang mengambil mata kuliah tersebut. Hanya saja, karena sifat materi ini lintas disiplin bagi keilmuan sosial, maka siapapun boleh-boleh saja ikut membaca tulisan ini. Sekiranya bermanfaat tentu itu hal yang positif. Dikarenakan ini adalah rangkaian materi kuliah, maka struktur penyajiannya juga mengikuti gaya perkuliahan. Sekali lagi ini bukan makalah ataupun artikel lepas, tapi sajian khusus untuk mempermudah proses penyampaian materi kuliah dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Jenis-jenis penelitian ada banyak sekali, tergantung pada klasifikasi yang dibuat. Banyak ahli yang sudah menjabarkan pengkatagorian penelitian dengan membuat argumentasi masing-masing. Semua tentu memiliki tingkat kebenarannya sendiri-sendiri, karena sudah memiliki basis argumentasi. Dalam hal ini, saya akan membuat beberapa pengkatagorian juga, dimana klasifikasi ini didasarkan pada berbagai bacaan yang ada, serta pengalaman praktis dalam melakukan penelitian. Beberapa jenis tersebut bisa dikelompokkan pada beberapa hal berikut.
Jenis Penelitian Menurut Sifatnya :
Penelitian Murni
Jenis ini adalah jenis penelitian yang bersifat menggambarkan, memahami, dan menjelaskan sebuah masalah untuk pengembangan keilmuan atau memberikan sumbangsih pada ilmu pengetahuan yang menjadi fokus si peneliti. Sering juga ini disebut pure research, dimana tekanan utama penelitian ini adalah persoalan keilmuan (biasanya berkutat dengan pendalaman teori). Penelitian-penelitian akademik banyak sekali masuk katagori ini, baik level skripsi, tesis, maupun disertasi. Munculnya teori-teori baru biasanya berangkat dari penelitian jenis ini. Kekuatan penelitian jenis ini adalah pada Teori dan Analisis yang dilakukan. Kendati ini bersifat saintifik, tetapi hasil penelitian ini bisa saja dipakai pada tataran praktis. Misalnya ada penelitian berjudul Pola Komunikasi Lingkungan Masyarakat Pedesaan pada Desa X. Hasil penelitian ini berguna pada pengayaan keilmuan komunikasi, tetapi bisa juga dipakai sebagai dasar dalam membuat kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Penelitian Terapan
Jenis ini adalah penelitian yang hasilnya memang bisa langsung diterapkan, atau bisa juga penelitian itu sendiri memang menerapkan sebuah metode secara praktis. Tekanan penelitian ini bukan lagi pada teori atau membangun konsep, namun pada aspek kegunaan secara praktis. Penelitian ini biasanya digunakan pada lembaga pemerintahan, LSM, dunia usaha, atau organisasi-organisasi yang memang bergerak dalam aktifitas tertentu. Sering sekali ini diidentikkan dengan istilah Applied research. Secara praktis ini disebut penelitian aksi. Misalnya ada judul penelitian : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan Pendekatan Komunikasi Lingkungan. Hasil dari riset ini adalah berdayanya sebuah kelompok ekonomi masyarakat dan terlaksananya proses pemberdayaan dengan menggunakan pendekatan komunikasi lingkungan.
Jenis Penelitian Menurut Tujuan
Penelitian Deskriptif (hanya menggambarkan masalah)
Penelitian jenis ini merupakan penelitian untuk katagori paling awal atau dasar. Tujuan dilaksanakan penelitian hanya sekedar untuk menjelaskan sebuah masalah, kenapa masalah terjadi dan bagaimana masalah itu sebenarnya. Ia tidak sampai pada aspek pemahaman atau mencari tindak lanjut dari masalah yang ada. Oleh karena itu, di bagian Tujuan Penelitian, biasanya yang disebutkan hanya “Untuk Mengetahui …”. Peneliti sekedar ingin tahu dan kemudian jawaban dari keingintahuannya itu yang dijelaskan lebih lanjut. Penelitian jenis ini banyak dilakukan pada katagori peneliti pemula, khususnya untuk level Skripsi.
Penelitian Eksploratif (menggambarkan dan memahami masalah)
Penelitian jenis ini mengarah pada upaya menjelaskan sebuah persoalan secara lebih dalam. Tingkatannya bukan sekedar menggambarkan atau mendeskripsikan, tapi sudah lebih dalam pada aspek penjelasan. Menggambarkan dan memahami masalah adalah kata kuncinya. Oleh karena itu, di Tujuan Penelitian biasanya dimunculkan kata-kata “Untuk Memahami …). Pada konteks akademik, penelitian eskploratif lazim dipakai pada Tesis dan Disertasi. Tetapi untuk level skripsi juga ada yang sudah mencoba.
Penelitian Solutif (mencari solusi masalah)
Lebih tinggi dari sekedar memahami masalah, penelitian jenis ini bertujuan untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Apabila peneliti sudah mengetahui duduk masalahnya, sudah bisa pula memahami masalah yang sebenarnya, maka ia akan beranjak pada pertanyaan, bagaimana mengatasi masalah tersebut. Disinilah penelitian solutif diperlukan, sehingga ada rekomendasi konkrit terhadap apa yang dilakukan. Akan tetapi kendati bersifat solutif, penelitian ini tidak sampai pada penerapan solusi. Ia hanya sekedar menyampaikan rekomendasi-rekomendasi solusi yang bisa diterapkan.
Penelitian Tindakan (mencari solusi dan menerapkan solusi)
Ini biasanya adalah tindakan tersulit dalam penelitian. Penelitian yang beranjak dari masalah, menjelaskan masalah, menemukan rekomendasi solusi, maka dilanjutkan dengan penerapan solusi tersebut. Penelitian tindakan ini sering juga disebut dengan Action Research. Seorang peneliti tidak hanya pintar dalam membongkar dan menjelaskan masalah, tapi juga piawai dalam menerapkan apa yang sudah direkomendasikannya. Tentu saja, dalam prakteknya, penelitian jenis ini butuh waktu lebih lama dan butuh sumber daya yang lebih besar.
Jenis Penelitian Menurut Pendekatan :
Kualitatif
Jenis ini merupakan penelitian yang lebih menekankan pada kekuatan kata-kata, pengamatan dan sikap subyektif peneliti. Kebanyakan bagi peneliti pemula sulit menerjemahkan ini, biasanya hanya dipahami Kualitatif adalah kata-kata. Padahal tidak itu saja. Penelitian kualitatif memiliki ciri khas mendalam pada satu titik, artinya penelitian ini bersifat sangat mendalam dan terfokus pada satu kajian saja. Ia tidak memerlukan objek yang luas dan banyak, bahkan cukup satu orang saja bisa diteliti, tetapi bersifat komprehensif, mendalam dan menyeluruh. Penelitian ini bisa mengungkap banyak hal, terutama aspek-aspek yang tersembunyi yang tidak terlihat di permukaan. Mengenai ini akan ada bahasan khusus apa yang menjadi ciri khas Kualitatif.
Kuantitatif
Kebalikan dari kualitatif, maka kuantitatif lebih mengandalkan pada kekuatan angka-angka yang bersifat pasti. Penelitian ini cenderung tidak terlalu mendalam, tetapi bisa menggambarkan sebuah realitas. Ciri khas penelitian ini adalah meluas dalam ruang, atau objek penelitiannya luas dan banyak. Semakin luas, semakin baik, karena ia ingin meneliti sesuatu yang lebih luas lagi. Oleh karena itu, kedalaman dalam memahami realitas tidak terlalu dipentingkan. Sama seperti kualitatif, mengenai ini akan dijelaskan dalam bagian tersendiri karena membutuhkan penjelasan yang lebih luas.
Campuran (Mixed)
Jenis ini sebenarnya adalah pencampuran antara kualitatif dan kuantitatif. Istilah mixed merujuk pada bauran atau campuran. Tetapi para ahli sebetulnya belum bersepakat tentang jenis ini, walau banyak juga ahli yang sudah berusaha menegaskan karakteristiknya, seperti Creswell. Intinya adalah peneliti menerapkan prinsip kualitatif dan juga kuantitatif dalam sebuah riset secara bersamaan. Cukup rumit melakukan ini, karena karakteristik keduanya yang memang berbeda.
Jenis Penelitian Menurut Metode :
Histori
Ini adalah karakteristik penelitian sejarah. Kecenderungannya ini dilakukan dengan Kualitatif. Ciri khas penelitian ini adalah memanjang dalam waktu. Artinya penelitian ini ingin menguraikan sebuah fenomena berdasarkan rentang waktu tertentu. Biasanya ini peristiwa yang terjadi di masa lalu. Aspek kedetilan dan kerincian menjadi ciri khas dengan sumber data primer.
Fenomenologi
Jenis ini adalah penelitian yang ingin merekam dan mengetahui pengalaman seseorang atau beberapa orang tentang sesuatu fenomena. Penekanannya adalah pada pemahaman tentang masalah dan pandangannya tentang masalah tersebut, oleh karena itu ditekankan pada sisi pengalaman individu. Jenis ini banyak dipakai pada bidang ilmu Komunikasi dan Psikologi.
Etnografi
Jenis ini lebih fokus pada kelompok masyarakat tertentu. Sering disebut pada masyarakat tutur atau masyarakat yang mengandalkan sisi tuturan (percakapan) sebagai kunci utama. Termasuk disini dalam hubungan dengan lingkungan setempat, baik fisik maupun sosial. Ini banyak digunakan dalam penelitian Sosiologi, Antropologi, Komunikasi dan beberapa ilmu sosial lainnya. Jenis ini biasanya adalah penelitian lapangan (field research).
Grounded Research
Jenis ini termasuk penelitian yang beranjak dari bawah atau dari fenomena di lapangan. Penelitian ini menggali secara mendalam tentang sebuah masalah dan kemudian menganalisis dan membahasakannya. Analisis lebih mendalam dan hasil akhir biasanya berupa konsep ataupun Teori. Keilmuan sosial (Antropologi, Sosiologi, dan Ilmu Komunikasi banyak memakai ini)
Studi Kasus
Jenis ini memfokuskan pada sebuah kasus tertentu dengan mendalami secara menyeluruh. Ada pilihan dasar mengapa kasus ini menjadi titik utama, harus ada alasan logis yang mendasar sehingga layak untuk diteliti.
Analisis Teks
Jenis ini lazim digunakan pada Ilmu Komunikasi dan juga Linguistik. Intinya adalah menganalisis sebuah teks baik pada media, tulisan, photo, ataupun simbol-simbol lainnya. Analisis teks terkadang juga dilakukan untuk teks-teks yang tidak hanya teks tertulis. Misalnya, pemahaman masyarakat tentang sebuah kondisi lingkungan alam (alam dianggap sebagai sebuah teks). Tetapi yang lazim dipakai memang pada teks terlihat seperti media massa, buku, ataupun dokumen lain. Cukup banyak varian dari metode ini, termasuk yang katagori penelitian bersifat kritis.
Survey
Jenis ini adalah penelitian yang ingin mengetahui pandangan masyarakat atau kelompok masyarakat tentang fenomena tertentu. Biasanya ingin mengetahui persepsi secara keseluruhan. Tekanannya tidak terlalu mendalam, hanya sisi luar, tetapi meluas. Seringkali dilakukan dalam bentuk jajak pendapat atau pengetahuan tentang kondisi tertentu. Secara praktis bisa dilakukan dengan teknik sampling ataupun dengan sensus.
Palembang - Clouds



0 Komentar