Feature
KKN Hari Pertama
- Yenrizal
- 14 Oct 2021
- dilihat 184
ilustrasi
Suara kendaraan tua itu menggeram-geram menaiki tanjakan demi tanjakan, dengusnya bagaikan suara kerbau sehabis membajak sawah. Tikungan demi tikungan dilewati, mendaki, menurun, semua dijalani. Tapi jalanan aspal yang sebagian sudah terkelupas itu bagai tak ada habisnya. Lembah-lembah dan rimbunan pepohonan hutan tampak di sisi kiri-kanan jalan. Hanya sesekali rumah-rumah warga bagai menyembul di balik tikungan, setelah itu hutan dan tanjakan lagi. Sampai suatu ketika, bus berdinding kayu dan jendela kayu yang bisa turun naik, akhirnya menyerah. Dari kabin depan, gumpalan asap putih membubu ke dalam mobil.
“Radiatornya panas, kita dinginkan dulu,” ujar sopir sambil mematikan mesin. Kamipun bersegera turun, dikiri kanan kami hanya tampak pohon-pohon hutan, diselingi dengan pohon durian, nangka, dan entah apa lagi. Tampaknya hanya tumbuhan liar yang tak diurus warga. Kami bergerombol di sisi mobil, menikmati semilir angin hutan, sambil mendengar suara-suara khas binatang hutan. Sang sopir dan kernetnya mulai mengisi air ke dalam radiator mobil. Pak Rusmin, dosen pembimbing kami hanya mengamati, ia cukup lelah, tapi masih berusaha tersenyum kepada kami.
“Kira-kira 2 jam lagi kita sampai, sabar saja ya,” ujarnya sambil menggeser topi kuning bermerek KKN UNSRI. Masing-masing kami juga mengenakan seragam yang sama, topi kuning dan jaket almamater berwarna kuning.
Palembang - Mist



0 Komentar