Feature

Pelesiran ke Seri Bandung


Pesantren Nurul Islam, Pesantren tertua di Sumatera Selatan

Aku ditemani si Bujang dan si Gadis kecil, seperti biasa, menghabiskan waktu akhir pekan dengan berkeliling ke desa-desa di sekitaran Sumatera Selatan. Si Bujang yang baru berusia 13 tahun dan si cantik lucu berusia 7 tahun begitu menikmati. Rutinitas ini selalu kami jalani. “Daripada pergi ke Mall, lebih asyik ke desa,” ujar gadis cilikku. Tentu saja aku menyambut baik, banyak ilmu yang bakal mereka dapat, terutama menyaksikan realitas masyarakat desa yang sebenarnya.

Kali ini, rute kami adalah lokasi Pesantren tertua di Sumsel. Si Bujang yang sudah berencana ingin masuk pesantren selepas SMP nanti, begitu bersemangat. Sedari pagi ia sudah mendesak untuk segera berangkat, begitupun si kecil yang sibuk pula mengemasi segala barangnya.

Kamipun berangkat, bermula dari gerbang tol Palindra, terus ke Inderalaya, berbelok ke kanan di Simpang Meranjat. Kecamatan Tanjung Batu adalah tujuan kami.  Jalan yang mulus, sedikit berkelok-kelok, cuaca yang kebetulan sejuk, cukup memanjakan mata. Tanpa sadar, kedua bocah itu terlelap dalam ayunan goyangan mobil saat jalan desa mulai dimasuki. Sepertinya mereka terlelap dalam mimpinya masing-masing.