Feature
Semende Negeri Tunggu Tubang
- Yenrizal
- 27 Sep 2021
- dilihat 350
ilustrasi
Apabila kepada kita ditanyakan tentang Semende (sering disebut Semendo), tentu yang terlintas adalah cita rasa kopi yang harum dan nikmat. Tak salah memang, Semende adalah salah satu produsen kopi terbesar di Sumatera Selatan, di samping Pagar Alam dan Lahat. Akan tetapi, apakah Semende hanya sekedar kopi saja? Tidak, banyak hal lain yang bisa kita ceritakan tentang negeri di atas bukit ini, keelokan alamnya, keunikan adat, keharuman berasnya, dan seabreg lagi cerita menarik tentang daerah ini. Catatan berikut mencoba menggambarkan beberapa hal menarik yang mungkin selama ini belum terpublikasikan.
Siang itu, (21/2/14) minibus yang saya tumpangi melaju membelah jalanan aspal di sela-sela hamparan sawah. Awalnya, suasana masih terasa ramai, lalu lalang kendaraan besar dan kecil, sering melintas. Selepas dari jalan lintas Sumatera di Muara Enim, kemudian Tanjung Enim, dan selanjutnya memasuki daerah Simpang Meo, jalanan mulai terasa sepi. Muara Meo, atau lazim disebut Simpang Meo adalah perhentian terakhir, sebelum memasuki Semende, negeri di atas bukit, di ujung Provinsi Sumatera Selatan.
Perjalanan dari Palembang hingga Simpang Meo sebenarnya cukup melelahkan, karena jarak yang cukup jauh. “Normalnya sekitar 5 jam kalau dihitung dari Palembang,” ujar sopir travel yang saya tumpangi. “Sampai di Pulau Panggung nanti sekitar satu jam lagi lah,” lanjutnya sambil tetap asyik memutar stir mobil. Saya melirik arloji, memperkirakan bahwa sekitar jam 15.00 WIB sore ini saya sudah berada di Semende. Masih sekitar 1 jam lagi.
Apa yang dikatakan sang sopir ternyata memang benar. Pukul 15.10 WIB, deretan rumah panggung yang bagian bawahnya dijadikan toko, tampak berjejer di pinggir jalan. Di bagian lain tampak kios-kios, semacam pasar di pedesaan. Kalangan, orang sini menyebutnya. Inilah Pulau Panggung, daerah paling ramai di Semende, sekaligus daerah transit utama bagi masyarakat. Dari desa ini, penumpang akan terpecah. Ada yang melanjutkan ke Semende Darat Tengah dan Ulu, ada juga yang hanya sampai Pulau Panggung ataupun meneruskan ke Semende Darat Laut. Saya sendiri meneruskan ke Semende Darat Tengah.
Palembang - Clouds



0 Komentar