Materi Kuliah
Latar Belakang Masalah Penelitian
- Yenrizal
- 27 Sep 2021
- dilihat 323
ilustrasi
Latar belakang penelitian akan menjawab pertanyaan penting yaitu : (a) mengapa topik ini penting untuk diteliti, atau alasan apa yang membuat kita merasa perlu meneliti hal tersebut, termasuk penjelasan masalah-masalah awal yang mendatangkan pertanyaan bagi si peneliti. Untuk mendapatkan hal ini, peneliti harus melakukan studi awal, bisa dengan menelusuri berbagai literatur ataupun melakukan pengamatan awal (Ardianto, 2010;9). Hasil penelitian orang lain bisa jadi sumber utama dalam menentukan hal ini, karena ada kemungkinan penelitian orang lain masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab, si penelitilah yang kemudian melanjutkannya. Karena itu, memperbanyak kajian literatur dan pengamatan sangat penting sekali, sehingga alasan utama melakukan penelitian tersebut bisa sangat kuat. (b) Fakta-fakta awal apa saja yang mendukung kita untuk melakukan penelitian terhadap masalah tersebut. Berkaitan dengan yang pertama, semua yang menjadi alasan tersebut harus didukung dengan fakta-fakta awal. Untuk itu, peneliti harus bisa menjelaskannya sehingga kelihatan aspek pentingnya topik itu untuk diteliti. Hal ini juga menunjukkan bahwa penelitian bukanlah pekerjaan “mengarang”, tapi didasarkan atas fakta yang kuat.
Kedua alasan tersebut selanjutnya dijelaskan oleh peneliti secara naratif atau dengan penjelasan yang terstruktur. Bagi peneliti pemula, sering timbul kesulitan dalam menuliskan ini, dikarenakan belum terbiasa dalam menulis secara sistematis. Sering terjadi, penjelasan dalam latar belakang penelitian melebar kemana-mana, terkadang sudah keluar dari konteks yang ingin disampaikan.
Guna memudahkan cara dalam menulis latar belakang ini, disarankan untuk terlebih dulu menuliskan point-point yang akan dituliskan. Semua point tersebut kemudian disusun secara berurutan sehingga kelihatan pola penjelasannya. Ada sebagian pihak yang menuliskan dengan cara piramida terbalik, yaitu memulai dulu dari hal-hal yang bersifat umum, secara perlahan menukik hingga sampai pada fokus penelitiannya. Cara piramida terbalik, bisa digunakan, kendati tidak mesti seperti itu. Yang terpenting adalah kelihatan pola dan struktur yang ingin disampaikan. Hubungan antar paragraf, pilihan kata dan kalimat, cara pengutipan, harus diperhatikan dengan seksama. Inilah gunanya membuat kerangka terlebih dahulu, sehingga bisa kelihatan alur penulisannya.
Patut pula ditekankan disini, semua kutipan yang diambil, harus mencantumkan sumbernya dengan pola running notes/intra teks. Contohnya, ...(Ahmad, 2012;13). Penulisan itu menjelaskan bahwa kata-kata yang diambil dari buku Ahmad, terbitan tahun 2012 pada halaman 13. Apapun dan darimanapun sumber yang diambil, harus mencantumkan identitas kutipan tersebut. Pengutipan tersebut tidak hanya berlaku untuk penulisan latar belakang, tapi juga berlaku untuk semua naskah yang ada dalam penelitian tersebut.
Palembang - Clouds



0 Komentar