Penelitian
Ke Kebun Kopi
- Yenrizal
- 13 Oct 2021
- dilihat 191
ilustrasi
Seharian tadi, aku menghabiskan waktu di kebun kopi. Kali ini bukan dengan Kak Ipul, tapi Pak Bustan, seorang warga Tenam Bungkuk, Semende Darat, yang kemaren bertemu ketika keliling-keliling desa. Dia menawarkan untuk main ke kebunnya. Kebetulan disana juga ada buah-buah markisa yang sedang masak. Ok lah, pagi tadi aku berangkat sekitar pukul 7 pagi. Sengaja berangkat agak siang karena sebagai orang baru, aku tentu tidak terbiasa untuk berjalan subuh di cuaca dingin ini.
Persiapan tidak terlalu banyak. Aku hanya mempersiapkan jaket, kupluk, air minum, buku catatan kecil, pulpen, sarung, dan kamera. Kupikir ini cukup, dengan perkiraan juga lokasinya pasti jauh. Belum dipastikan juga apakah akan pulang ataukah bermalam dikebun. Tergantung kondisi cuaca dan aktifitas di kebun nanti. Tetapi, kata Pak Bustan tetap pulang ke dusun. Kali ini, kak Ipul tidak ikut.
Pak Bustan kulihat sudah mempersiapkan perlengkapan standar yang lazim dibawanya. Sebilah gerahang di pinggang, keruntung (keranjang rotan), dan bersepatu boot. Aku sendiri hanya menggunakan sandal gunung yang memang dari awal sudah kupersiapkan. “Jalannya berlumpur, habis hujan, jadi lebih enak pakai sepatu boot, sekalian melindungi kaki kalau ada pacet atau duri-duri,” ujarnya.
Sebelum berangkat, tentu saja Ngopi Kudai (ngopi dulu).
Palembang - Mist



0 Komentar