Cerpen
Di Dermaga Lapuk
- Yenrizal
- 09 Feb 2025
- dilihat 195
ilustrasi
“Tram tam tam…. Tram tam tam….dug dug dug der….huiiiiiii…” ia terus bersuara, berdendang sesuka hatinya.
“Heiiiii….dengarlah kisah hidup manusia, bekawan banyak, begawe ragap. Tapi cak mano, oiii cak mano, badan lah rengko, hidup dak lemak. Oiiii Sungai Musi dalam banyunyo, banyak iwak benamo Juaro. Oii mak mano hidup dak rengko, iwak dilepas diambek Juaro…” Bah, apa pula ini syairnya, rutukku. Tapi aku semakin tertarik.
Tiba-tiba hening. Tak ada suara. Kulirik dari sudut mata, ia tampak terdiam. Jemari berdaki itu tampak meremas-remas. Pandangannya hanya tertuju ke bawah. Aku seakan menanti syair-syair berikutnya. Pastinya ia seorang yang berjiwa seni, yakinku.
Tapi sejenak tak ada suara, kutunggu tak terdengar juga. Saat kulirik lagi, bangku panjang itu telah kosong. Tapi sayup-sayup telingaku mendengar lagi. Sayup-sayup…
Palembang - Clouds



0 Komentar