Cerpen

Di Dermaga Lapuk


ilustrasi

“Inilah hidup si ikan Tenggiri. Pacak berenang masuk kelaut….Maksud hati nak nyadarkan diri, sayang di sayang makin sengkarut…” suara itu terdengar semakin menjauh, dan diujung jalan kulihat ia melenggok, semakin hilang masuk ke perkampungan.

Aku sendiri di dermaga lapuk itu, benar benar sendiri.

Jika tadi jemariku masih memainkan telepon genggam, sesekali mengambil jepretan, sekarang kusimpan dan kumatikan. Aku ingin menikmati kesendirian ini. Sepoinya angin dari tengah sungai membelai mata. Sesekali helaian uban putih bergerak tertiup hembusan angin. Menyenderkan kepala ke tiang besi dermaga sepertinya cukup nyaman. Lama dan semakin lama aku menikmati hembusan syahdu itu.

“Inilah hidup si ikan Tenggiri. Pacak berenang masuk kelaut….Maksud hati nak nyadarkan diri, sayang di sayang makin sengkarut…” Telingaku bagai mendengar kembali syair itu, sekarang terasa makin dekat. Angin makin memanjakan mataku.