Cerpen

Di Dermaga Lapuk


ilustrasi

Kalu nak nak tahu jalan ke laut, ambek sampan tinggalkan sungai. Kalu nak tahu lemaknyo hidup, janganlah banyak buat perangai,” suara itu begitu dekat ke telingaku. Duh.

Mungkin lah benar ikan berenang, sampai ke tengah laut dalam. Mungkinlah benar jalo dipasang, sayang di nasib idak ngizinkan.” Uh, kenapa suara itu seolah menasehatiku.

Dalam keheningan itu, semilir angin makin membuai.

Semua begitu indah dan menyenangkan, pada masanya. Hidup berkecukupan, tak kurang dan tak lebih. Bocah-bocah lucu menjadi penghibur di kala sedih, pengobat letih pelepas penat.