Cerpen
Di Dermaga Lapuk
- Yenrizal
- 09 Feb 2025
- dilihat 195
ilustrasi
Ya pada masanya. Sampai prahara, karena salah meniti jalan, keliru memakai pendayung biduk, palung di laut terlupakan. Tenggelam sudah kapal di lautan, tercabik ombak badai menerjang. Berserabutan penumpang mencari pantai, susah payah berenang hingga terdampar di pasir putih.
“Jangan dikhayal laut yang dalam, laut bertuah terkenal keramat. Hoiiiii…..tinggi-tinggi rumah dipasang, kalau berdiri di tanah juga. Hoiii…tinggi-tinggi elang terbang, mencari makan ke bawah juga…. Dum dum dum trak trak….” Aku bagai mendengar suara itu ada di dalam hatiku. Ah bukankah perempuan gila tadi yang bersenandung, kenapa hatiku ikut berdendang. Aku menikmati saja, menuruti alunannya, merasakan makna dan hembusan semilir angin sore. Ada rasa nyaman, berbaur dengan gundah, galau, tapi bagai bercermin ke air yang bening. Adakah aku disitu? Entahlah.
Palembang - Clouds



0 Komentar