Cerpen

Hikayat Batu Betangkup


ilustrasi

Tak terasa ia sudah keluar lingkungan dangaunya. Sampai ke lembah sawah dan disana banyak tumbuh pohon talas hutan. Ia masih juga mengejar kupu-kupu yang berlarian di situ. Sang anak seakan sudah lupa akan nasihat ibunya untuk tidak bermain jauh.

Tiba-tiba ia melihat seekor belalang yang berukuran besar terbang dan hinggap di daun talas samping dangau. Segeralah ia tahu itu adalah Belalang Ghuse (belalang rusa). Bersegeralah ia mengejar, berusaha menangkapnya. Dipakainya selendang yang ditinggalkan ndung di jemuran. Dikejarnya belalang itu, terjerebab ia, hampir adiknya jatuh dari gendongan. Akhirnya belalang itupun tertangkap dan langsung dibawanya ke atas dangau. Terbersit di pikiran si anak, tentulah enak sekali jika belalang ini dipanggang dan dimakan. Akan jadi lauk yang enak dicampur dengan ikan kalang dan sambal.

Selesai makan dan merasakan enaknya Belalang Ghuse, sang anakpun tertidur. Adiknya juga terlelap dalam ambinan.

Sore, selepas matahari tergelincir ke barat, ia terbangun oleh suara ibunya yang berteriak dari bawah.