Materi Kuliah

Latar Belakang Masalah Penelitian


ilustrasi

Dalam hal ini, proposal penelitian, dalam arti kata sistematikanya, dibuat setelah topik dan judul penelitian ditentukan. Berangkat dari hal inilah kemudian diuraikan satu per satu menurut bagian-bagian yang sudah ditetapkan. Perlu ditegaskan disini, sistematika sebuah proposal penelitian bisa berbeda-beda antara institusi atau antar perguruan tinggi (bagi mahasiswa). Hanya saja perbedaan ini lebih banyak pada redaksional dan pemahaman terhadap nama-nama sub bagian dalam proposal, sementara substansi umumnya memiliki kesamaan. Perbedaan substansi juga ditentukan oleh metodologi yang digunakan (kuantitatif atau kualitatif). Dengan kata lain, ada sub bagian yang perlu ada dalam penelitian kuantitatif, namun tidak diperlukan dalam penelitian kualitatif, begitu juga sebaliknya. Terhadap perbedaan yang kedua ini, harus diperhatikan dengan baik agar tidak keliru dalam menggunakannya.

Unsur-unsur dalam proposal adalah sebuah kesatuan, dimana masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Untuk itu, mahasiswa (peneliti) harus paham betul apa fungsi tersebut, sehingga bisa menuliskannya/menyusunnya. Agar memudahkan, saya memberikan ilustrasi singkat. Coba anda bayangkan sebuah rumah. Di dalam rumah ada bagian-bagian tertentu, seperti ada ruang tamu, ruang tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dapur dan sebagainya. Masing-masing ruangan punya fungsi dan kegunaannya sendiri. Kesatuan dari fungsi-fungsi ruangan tersebut menciptakan sebuah rumah dalam artian lengkap. Menghilangkan salah satu ruangan (misal, ruang tamu), berarti menghilangkan salah satu unsur dalam rumah sehingga ia tidak lagi disebut rumah yang lengkap. Atau kesalahan dalam menempatkan perabot, misalnya menempatkan kasur di ruang tamu, juga merusak susunan rumah.

Sistematika proposal penelitian, pada dasarnya mirip seperti ilustrasi di atas. Setiap bagian dalam proposal punya fungsi dan kegunaan. Agar bisa menyusun dan menuliskan pada setiap bagian, kita harus paham terlebih dulu fungsi dan guna bagian tersebut. Ini penting, sehingga tidak keliru dalam menempatkan isi dari masing-masing bagian dalam proposal.

Berikut ini saya akan gambarkan sistematika dalam sebuah proposal penelitian, yang dipakai di lingkungan FISIP UIN Raden Fatah Palembang. Sekali lagi, ini bisa saja berbeda dengan institusi/perguruan tinggi lain, terutama dalam penyebutan dan posisi. Sistematikanya adalah sebagai berikut :