Materi Kuliah

Merumuskan Judul Penelitian


ilustrasi

1. Tidak menggambarkan masalah yang diteliti.
Peneliti seringkali membuat judul tanpa menggambarkan secara jelas apa yang diteliti. Judulnya terkesan ngambang dan tidak tahu apa tema yang akan dibahas.
2. Kalimatnya berbelit-belit dan redudansi/pengulangan.
Ini juga seringkali menjadi masalah karena penggunaan kalimat seringkali berulang-ulang dan berbelit-belit. Kata-kata di awal kemudian diulang lagi pada kalimat berikutnya.
3. Kalimatnya sulit dipahami/menimbulkan multitafsir.
Seringkali judul yang dibuat menggunakan kalimat-kalimat yang menimbulkan banyak pemahaman. Padahal judul tersebut bisa disederhanakan dengan kata-kata yang lain.
4. Tidak jelas objek yang diteliti.
Ini berkaitan dengan fokus yang akan diteliti. Seringkali peneliti tidak mencantumkan apa yang akan ditelitinya.
5. Terlalu luas.
Pengertian disini adalah luasnya cakupan yang akan diteliti. Bisa karena lokasi yang tidak jelas ataupun wilayah penelitian yang memang sangat luas. Terutama sekali terjadi dalam penelitian lapangan.
6. Tidak menggambarkan metodologi.
Sebuah judul sebaiknya menggambarkan metodologi yang akan digunaan, bisa secara tersirat ataupun secara tersurat. Judul yang baik, harusnya mengambarkan hal ini.
7. Memaksakan menentukan metode terlebih dulu, baru judul.
Ini kekeliruan yang akan menyulitkan peneliti itu sendiri. Sebuah metode pada dasarnya adalah cara dalam melakukan penelitian. Sebelum menentukan cara, tentukan dulu apa yang ingin kita lakukan, dalam hal ini tentukan dulu judul penelitian. Setelah judul dirumuskan, baru pertanyaan berikutnya, cara apa yang akan digunakan untuk membahas judul tersebut, bukan malah sebaliknya. Oleh karena itu, metode kualitatif ataukah kuantitatif yang akan digunakan, tergantung pada judul yang anda buat.

Oleh karena itu, untuk membuat sebuah judul yang baik, sebaiknya peneliti menyusun langkah-langkah sistematis yang memudahkan si peneliti sendiri. Tidak ada patokan baku dalam merumuskan judul yang baik, namun syarat-syarat umum berikut bisa jadi acuan, yaitu :

1. Pergunakanlah kalimat pernyataan, bukan kalimat pertanyaan ataupun kalimat negatif.
Contoh kalimat pertanyaan adalah : “Bagaimanakah pola komunikasi umat berbeda agama di Palembang?”
Contoh kalimat negatif adalah : “Komunikasi antar umat berbeda agama di Palembang tidak baik”.
Dua contoh di atas tidak dianjurkan untuk sebuah judul penelitian. Kalimat yang dianjurkan adalah : “Pola Komunikasi Antar Umat Berbeda Agama di Palembang”