Artikel
Nan Aluih Identitas Pasaman Barat Yang Tergerus
- Yenrizal
- 14 Jun 2025
- dilihat 292
Gerbang masuk Kabupaten Pasaman Barat
Kalau mau jujur, “nan Aluih” itu tentu bukan hanya miliknya orang Pasaman. Seedaran Minangkabau, dari Darek sampai ka Rantau, tentu punya semua kurenah tersebut. Banyak sekali tokoh-tokoh yang terkenal kesaktiannya, berikut pula dengan segala mitos dan dongeng tentang mereka, dan itu bukan hanya miliknya Pasaman.
Bila ditelusur mungkin munculnya stigma tersebut terkait dengan kondisi daerah kala itu. Pasaman Barat khususnya (saat itu masih menyatu ke Pasaman induk dengan ibukota di Lubuk Sikaping) bisa dikatakan adalah daerah yang terisolir. Sebelum tahun 1980-an bahkan sangat jarang orang mengenal nama-nama Simpang Ampek, Jambak, Pasaman Baru, apalagi sebutan baru seperti Bandarejo dan Sidomulyo.
Orang luar lebih familiar dengan nama Ophir sebagai warisan perkebunan zaman Belanda, Talu, Kinali, Sasak, Air Bangis, dan Maligi. Talu dikenal karena dulu menjadi pusat pendidikan guru yang ditandai dengan pendirian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Jorong Bangkok. Sasak-Air Bangis-Maligi dikenal karena memang daerah pesisir pantai yang punya rekam jejak cukup lama. Sementara Kinali justru terkenal karena “nan Aluihnya” kala itu.
Palembang - Clouds



0 Komentar