Artikel

Nan Aluih Identitas Pasaman Barat Yang Tergerus


Gerbang masuk Kabupaten Pasaman Barat

Situs Lubang Jepang di Talu. Photo Istimewa

Sebelum 1985, jika ada orang Simpang Ampek yang akan pergi ke Padang, butuh waktu setidaknya 24 jam bahkan lebih. Mereka harus melewati Talu, Panti, Bonjol, Lubuk Sikaping, baru terus ke Bukittinggi dan lanjut ke Padang. Jauhnya akses saat itu menyebabkan Pasaman Barat sangat lekat dengan daerah pelosok, pedalaman, hutan rimba dan banyak binatang buas.

Faktanya memang begitu, Pasaman Barat seolah-olah tak ada di peta. Karena itu, saat sekitar tahun 1984 ada rombongan pejabat berkunjung ke Simpang Ampek, Helikopter terpaksa digunakan. Lapangan bola kaki di Pasaman Baru disulap jadi landasan.

Kedatangan Helikopter kala itu menyebar dari mulut ke mulut, hebohnya melebihi pesona pejabat itu sendiri. Ya maklum saja, terhadap mobil saja tidak semua masyarakat pernah lihat apalagi naik, konon pula menyaksikan Helikopter. Saya yang saat itu masih duduk di bangku kelas 4 SD, menjadi salah seorang yang ikut berlarian mengerumuni “Sipatuang Basi” (capung besi) itu.