Artikel
Nan Aluih Identitas Pasaman Barat Yang Tergerus
- Yenrizal
- 14 Jun 2025
- dilihat 293
Gerbang masuk Kabupaten Pasaman Barat
“Nan Aluih” dalam konsep yang lebih kosmologis adalah pertautan antara manusia dengan alam semesta. Ia ada karena filosofis Alam Terkembang Jadi Guru begitu kuat dan mengakar. Ia bisa menjadi positif karena ia bisa menjadi benteng.
Dalam bahasa lain, Pasaman Barat membutuhkan identitas, ciri khas, yang melekat dan berawal dari kekuatan masyarakat itu sendiri, yang bermula dari kesatuan masyarakat dengan alamnya. Sebagai contoh, kenapa sampai sekarang di Pasaman Barat tetap banyak Ikan Bauduah (Ikan Larangan)? Karena masyarakat masih percaya bahwa ada “nan Aluih” yang membatasi dan menjaga itu. Anda tak percaya, cobalah lawan larangan ini, niscaya “nan Aluih” akan menunjukkan kuasanya.
Andai konsep “nan Aluih” masih dipegang teguh, mungkin akan berpikir seribu kali untuk membuka rimba larangan menjadi kebun kelapa sawit, mungkin perusahaan perkebunan akan berpikir ulang untuk merubuhkan hutan, mengeringkan bancah dan sebagainya. Sebaliknya, jika “nan aluih” terus dipudarkan, tuahnya terus digerus, apalagi sampai “Tungkek mambao rabah”, niscaya Pasaman Barat akan kehilangan keramatnya. Pasaman Barat tak ada ubahnya dengan daerah lain, berpacu mengejar modernitas, tapi rapuh pada identitas. Semoga di peringatan HUT ke 19 ini bisa menjadi refleksi bagi semua anak nagari, siapapun itu.
Palembang - Clouds



0 Komentar