Feature

Semende itu Tak Banyak Berubah


Desa Segamit Semende Darat Ulu

Semende memang berbeda dengan daerah lain di Sumatera Selatan, bahkan mungkin Indonesia. Wilayah ini bukanlah kawasan yang terisolir, tertutup ataupun terasing. Posisinya memang berada di atas perbukitan, dan jarak tempuh juga sangat jauh dari pusat pemerintahan provinsi. Tetapi sejak dulu Semende adalah kawasan terbuka, lazim didatangi penduduk lain, dan wargapun tak pernah menolak kehadiran orang luar.

Ketika di tahun 1990-an, Semende masih sangat tertinggal, terutama dari sarana prasarana. Listrik belum mengalir, apalagi jaringan telekomunikasi. Akses jalan darat sangat terbatas dan kondisinya jauh dari kata memuaskan.

Akan tetapi, sejak masa itu dan juga masa-masa sebelumnya sudah sangat banyak orang Semende yang berkiprah di luar daerah dan menjadi sosok-sosok yang diperhitungkan, baik secara intelektual, agama, maupun ekonomi. Pendidikan di pesantren adalah ciri khas yang banyak dilakukan warga. Oleh sebab itu, warga Semende sangatlah akrab dengan segala kemajuan dan perkembangan peradaban.

Uniknya kendati akrab dengan segala kemajuan dan modernisasi, bahkan sampai dengan masa melimpahnya informasi, pesatnya jaringan telekomunikasi yang serba digital, warga yang mendiami Semende tak banyak berubah. Mereka tetap menjalani rutinitas seperti dulu dan tetap menjadikan Kopi dan Padi sebagai identitas.