Artikel
Warung Tenda di Prabumulih
- Yenrizal
- 02 Aug 2025
- dilihat 188
ilustrasi
Beberapa mobil mulai menepi, sebagian ada yang mampir ke warung Ita, sebagian ke sebelah. Ita segera menyingkirkan HP yang sedari tadi dimainkan. Ia pun mulai sibuk menyenduk nasi dan mengambil lauk sesuai pesanan pembeli. “Mau minum apa kak, Kopi atau Teh ?” tanyanya. Senyumnya kelihatan dipaksakan, Ita berusaha ramah tapi raut lelah tak bisa ia hilangkan.
“Ah dek, senyum dikitlah. Kalau Susu ada ndak?” ujar si pembeli menggoda. Ita hanya melempar senyum tipis.
Digoda pembeli dan dirayu adalah makanan biasa bagi Ita dan kawan-kawan. Agaknya itu sudah resiko pekerjaan. Wanita muda, wajah lumayan, jualan malam hari pula. Ita sepertinya sadar bahwa dengan ia begadang dan berjualan setiap malam dipinggir jalan, godaan pembeli pasti menghampiri. Lagi pula, bukankah keberadaan dirinya memang menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang pembeli mampir, alih-alih faktor makanan.
“Tapi saya tak pernah meladeni, biasalah hanya sekedar main-main saja. Sekedar menggoda, tak lebih,” ujar Ita.
Palembang - Mist



0 Komentar