Cerpen

Bak Sampah di Sebelah Lapau Kudo


ilustrasi

Klotak…klotak…klotak… suara itu kembali terdengar di subuh ini. Bunyinya khas sekali, beradunya kayu dengan aspal, dan berirama yang betul-betul pas, mengikuti langkah orang berjalan. Tangkelek, sandal unik berbahan baku kayu itu memang menjadi pasangan utama warga kalau ingin ke masjid. Sesekali terdengar pula tak..tik..tuk..tak..tik..tuk, bunyi ladam kuda dari Bendi yang mulai berdatangan ke Pasar Bawah, melintasi Jalan Syek Jamil Jambek. Suara-suara  itu begitu rutin membangunkanku setiap pagi.

Kendati udara terasa begitu dingin, kupaksakan untuk menggeliat, melepas selimut, dan menggulung kasur, merapikannya ke sudut kamar kecil itu. Azan subuh dari Masjid di belakang rumah mulai terdengar.

Dari balik pintu kamar, sudah terdengar suara-suara, pertanda penghuni rumah lainnya sudah terbangun. Suara Uni Mul adalah yang biasa kudengar.

“Nok, lah bajarangan aia angek? (Nok, sudah dimasak air panasnya)” suara Ibu juga sudah terdengar.