Cerpen

Bak Sampah di Sebelah Lapau Kudo


ilustrasi

Bersekolah di kota dengan desa memang berbeda, bukan hanya soal pelajaran, tapi juga soal berpakaian. Terlintas di pikiran, apa jadinya ya jika Bu Emi di suruh ngajar di kampungku. Mungkin “tang jepitnya” akan banyak memakan korban.

***

Tahun 1987 silam, Bukitinggi memang masih dingin dan begitu asri, tak ada macet dan tak banyak polusi. Rumah yang kutempati dulu sekarang sudah dihuni orang lain. Bu Lisbar sudah lama pensiun, begitu juga bapak, dan beberapa tahun lalu Bapak dipanggil Yang Kuasa. Di masa pensiun, Ibu dan Bapak memutuskan pindah ke Belimbing di Padang. Disanalah hari-hari tua dua orang yang begitu berjasa merubah jalan hidupku. Terakhir kudengar Ibu sering ke Jakarta, mungkin ke tempat Uni Mul, Uni Yanti, Uni Rita, Uni Deni, Fit, atau si Indri.

Lapau Kudo kulihat masih juga ramai, berhadapan langsung dengan SMU I Bukittinggi, tempatku sekolah setamat SMP dulu. Di samping jalan kulihat sebuah tempat bersejarah bagiku, yang sampai sekarang rupanya masih ada di sana, Bak Sampah di sebelah Lapau Kudo.