Cerpen

Bak Sampah di Sebelah Lapau Kudo


ilustrasi

Tetapi, tiba-tiba……

“Adawww!!! ” jeritku,  sebuah cubitan seperti jepitan tang menancap ke bahuku. Rasanya begitu pedih, perih, dan lebih pedihnya lagi, jeritanku tadi membuat semua mata peserta upacara tertuju padaku.

Ma singlet waang ha….ndak mangarati waang peraturannyo hah! (Mana singletmu he, tidak mengerti kamu peraturannya hah)” suara Bu Emi begitu melengking terasa ke telingaku, dan tangannya masih menyisakan sebuah cubitan tang kecil lagi. Aku meringis dan hanya bisa tertunduk.

Sungguh aku tak tahu bahwa di sekolah ini ada aturan semua siswa harus pakai kaos dalam (singlet), dan sungguh aku juga tak tahu bahwa kalau tak pakai singlet akan dihukum dengan “jepitan tang”. Yang jelas, sepulang sekolah aku memberanikan diri bicara dengan Ibu Lisbar, minta tolong dibelikan singlet sore ini juga.