Puisi
Berharap Hujan
- Muhammad Nabil Athalla
- 26 Oct 2025
- dilihat 189
Berharap Hujan
Anak-anak berangkat sekolah dengan gembira, ibu-ibu melantunkan do’a-do’a suci sambil menjemur bayinya dikelembutan mentari pagi. Semua terasa sejuk, nyaman dan tenteram.
Pada masanya timbullah suatu petaka itu.
Kemarau melanda, kering, kerontang, angin bertiup kencang. Tanah retak, ikan-ikan pergi, hijau berganti rerantingan. Panas.
Tiba-tiba si jago merah mengeluarkan lidahnya, meliuk melalap ilalang dan ranting kering. Kerimbunan itu menjadi abu. Hijau hutan tak bersisa. Semua tak ada lagi.
Palembang - Mist



0 Komentar