Materi Kuliah

Komunikasi Lingkungan Sejarah Singkat dan Dasar Pembentuk Keilmuan


Desa Tanah Pilih, Sumsel (dok. 2018)

Selain bidang ilmu di atas, sebenarnya beberapa bidang lain juga ikut memberi pengaruh. Politik Lingkungan, Fisika, Pertanian, Kelautan, Linguistik, Ekonomi, Ilmu Manajemen, juga turut memberikan sumbangsihnya. Setidaknya ini tampak dari bagaimana penelitian-penelitian komunikasi lingkungan kemudian menggunakan teori dan pendekatan dari masing-masing bidang yang ada. Semua ini bisa dilakukan karena memang ada wilayah kajian yang sangat cair dan interdisipliner.

Pengaruh besar terhadap perkembangan kajian Komunikasi Lingkungan juga ada pada semua sisi, baik sumbangan dalam bentuk teori-teori maupun secara metodologis. Pakar komunikasi lingkungan yang kemudian menerjemahkan serta mengembangkan menjadi lebih spesifik dan berada pada core kajian Ilmu Komunikasi yaitu Persepsi.

Dalam perkembangannya, tampak bahwa kajian Komunikasi Lingkungan, sebagaimana kajian pada bidang induknya yaitu Ilmu Komunikasi, juga bersifat cair dan bisa masuk ke semua aspek keilmuan. Hampir semua bidang ilmu bisa diterapkan dan digunakan dalam memperkuat kajian Komunikasi Lingkungan. Hal ini yang kemudian menyebabkan kajian ini berkembang menjadi lebih spesifik. Setidaknya beberapa bahasan yang mengemuka, seperti Etnoekologi Komunikasi (Yenrizal et al., 2022), Jurnalistik Lingkungan, Humas Lingkungan, Retorika Lingkungan, dan pencabangan lainnya. Semua bisa diturunkan, dijadikan lebih spesifik, tergantung pada peminatan masing-masing ahli.