Materi Kuliah
Komunikasi Lingkungan Sejarah Singkat dan Dasar Pembentuk Keilmuan
- Yenrizal
- 17 Dec 2024
- dilihat 508
Desa Tanah Pilih, Sumsel (dok. 2018)
Tahun 682 M (abad ke 7), Raja Sriwijaya di Palembang bernama Sri Jayasana, memerintahkan pembangunan wilayah dengan memperhatikan dan memaksimalkan tata ruang yang baik. Ia juga memerintahkan agar menanam tanaman yang akan berguna bagi manusia. Selain itu terdapat pula perintah untuk melakukan tata kelola sumber air. Perintah Sang Raja ini tertulis dan dikenal luas pada Prasasti Talang Tuwo yang ditemukan di Palembang (Yenrizal, 2018).
Sekitar tahun 1943, seorang Psikolog terkemuka yang bernama Kurt Lewin, membuat sebuah gagasan baru yang dinamai Ecologycal Psychology. Ia mencermati bagaimana aktifitas dan prilaku manusia sangat terhubung dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana manusia itu berada. Sikap prilaku manusia yang kemudian bisa berbeda antara manusia satu dengan lainnya, sangat besar dipengaruhi oleh dimana ia tinggal. Gagasan Kurt Lewin kemudian menginspirasi banyak pihak untuk lebih memperluas dan mengembangkan ide dasar Lewin (Heft, 2022). Termasuk ilmu komunikasi kemudian banyak membahas hal ini karena menyadari bahwa perilaku komunikasi manusia ditentukan oleh dimana ia dibesarkan.
Tahun 1949, seorang penggiat lingkungan juga filosof di USA, Aldo Leopold mengemukakan gagasannya tentang Land Ethic atau etika bumi. Gagasan ini muncul berdasarkan kritiknya terhadap fenomena pemanfaatan alam yang saat itu terlihat begitu membabi buta. Eksploitasi alam sudah menunjukkan fenomena yang mengganggu stabilitas kehidupan ekosistem yang ada (Leopold, 1949). Pendapat Leopold merupakan kritik sekaligus semacam kampanye yang dilakukannya untuk penyelamatan bumi.
Tahun 1962, seorang Biologis dari USA bernama Rachel Carson, menulis buku berjudul The Silent Spring. Ia mencermati bagaimana fenomena terjadinya kerusakan pada berbagai wilayah pertanian dan pedesaan di AS. Carson membuka mata publik saat itu bahwa berbagai program pertanian, pemupukan, pemanfaatan pestisida, penggunaan DDT dan zat kimia lainnya, yang kemudian merusak dan menghancurkan tatanan ekosistem yang ada. Banyak terjadi kematian fauna dan matinya berbagai flora (Carson, 1962). Apa yang dituliskan Carson menyadarkan banyak pihak bahwa apa yang terjadi adalah sebuah kesalahan dalam program pembangunan.
Palembang - Clouds



0 Komentar