Materi Kuliah
Komunikasi Lingkungan Sejarah Singkat dan Dasar Pembentuk Keilmuan
- Yenrizal
- 17 Dec 2024
- dilihat 514
Desa Tanah Pilih, Sumsel (dok. 2018)
Sebelum Cox, seorang ilmuwan dari Philipina, Alexander G Flor telah memulai pembahasan penting mengenai Komunikasi Lingkungan. Ia menuliskan kajiannya dalam sebuah buku berjudul Environmental Communication, Principles , Approaches and Strategies of Communication Applied to Environmental Management (Flor, 2004). Gagasam Flor dalam buku ini lebih komprehensif, mengkajinya dari aspek sosial budaya, ekonomi, dan kajian komunikasi lainnya. Pengambilan contoh-contoh dari kawasan Asia Tenggara, membuat kajian ini lebih kuat dalam orientasi sosial budaya untuk menegaskan bahwa komunikasi lingkungan tidak bisa dilepaskan dari budaya masyarakat setempat.
Estelle Weber (2009), seorang akademisi lingkungan, mengomandoi penulisan buku bersama yang diberinya judul Environmental Ethics, Sustainability and Educations. Buku ini secara lengkap membahas berbagai persoalan pendidikan lingkungan, etika lingkungan, serta dinamika-dinamika pembangunan di berbagai negara. Ragam kajian dari berbagai negara, termasuk Indonesia, ikut mewarnai pembahasan pada buku ini, yang secara komprehensif ingin mengatakan bahwa isu-isu lingkungan hidup adalah isu terdepan yang memang harus diselesaikan (Weber, 2009).
Nama-nama lain yang juga berkontribusi besar dalam mempopulerkan serta menancapkan bidang keilmuan komunikasi lingkungan juga bermunculan. Susan L Senecah adalah tokoh yang berperan besar dalam pembahasan komprehensif. Ia berkolaborasi dengan berbagai ahli lainnya dengan menerbitkan buku penting bertajuk Environmental Communications Year Book dalam 2 edisi, dimulai tahun 2004 (Senecah, 2004). Semenjak periode itu, kajian komunikasi lingkungan terus menunjukkan geliatnya dan semakin memperbanyak kajian dari berbagai ahli.
Richard Jurin, Donny Roush, dan Jeff Danter, tahun 2010, mengeluarkan karyanya berjudul Environmental Communication, Skills and Principles for Natural Resource Managers, Scientist, and Engineers. Buku ini tergolong lengkap karena menyajikan dari tataran konseptual sampai pada aspek praktis dari komunikasi lingkungan. Karya ini juga menandai bagaimana sebenarnya komunikasi lingkungan ditempatkan, didefinisikan dan kemudian difungsikan. Kendati Jurin juga terinspirasi dari karya Cox dan Carlson, tapi buku ini sudah cukup komprehensif mengatakan bahwa komunikasi lingkungan adalah wilayah yang aplikatif dan memang dibutuhkan pada konteks masyarakat sekarang dan masa datang. Karena itu Jurin juga menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan (Jurin et al., 2010).
Palembang - Clouds



0 Komentar