Materi Kuliah

Komunikasi Lingkungan Sejarah Singkat dan Dasar Pembentuk Keilmuan


Desa Tanah Pilih, Sumsel (dok. 2018)

Perkembangan di AS diyakini sebagai titik awal kefokuskan kajian pada fenomena komunikasi lingkungan. Banyak ahli komunikasi mulai membahas soal ini, dan berbagai referensi ilmiahpun mulai bermunculan. Hal ini berkorelasi pula dengan semakin terasanya persoalan di tengah masyarakat terkait kerusakan alam. Bencana alam yang terus menimpa, pemanasan udara secara global, kehilangan tutupan hutan (deforestasi), sampah, limbah dan polusi, kegagalan panen, termasuk penyakit menular.

Beberapa ahli lainnya yang juga sudah memulai kajian mengenai komunikasi lingkungan dalam skala khusus bisa pula didata pada beberapa kajian berikut.

Anderson (1997) membuat sebuah tulisan penting dengan judul Media, Culture, and The Environment (Anderson, 2013). Buku yang sejatinya sudah ditulis sejak 1997 ini menyajikan pembahasan yang khas keilmuan komunikasi, khususnya komunikasi massa. Melalui berbagai kajian dan penelaahan mendalam, Anderson menyajikan pembahasan yang memang terfokus pada bagaimana media massa merangkai ragam pemberitaan tentang lingkungan hidup. Isu-isu lingkungan kerap masuk dalam pemberitaan media massa, namun cenderung tidak dianggap sebagai sesuatu yang serius, kala itu.

Tahun 2007, menandai penerbitan perdana Environmental Communication, sebuah jurnal yang khusus menyajikan hasil-hasil riset komunikasi lingkungan, Robert Cox menuliskan artikelnya berjudul Nature’s “crisis disciplines”: Does environmental communication have an ethical duty? Pada artikelnya ini, Cox menegaskan bahwa tugas utama komunikasi lingkungan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merespons dengan tepat sinyal lingkungan yang relevan dengan kesejahteraan komunitas manusia dan sistem biologis alami. Tulisan yang kemudian menandai kelahiran kajian-kajian yang lebih sistematis tentang komunikasi lingkungan, sampai kemudian Cox sendiri mempublikasikan kajian yang lebih komprehensif dalam bukunya Environmental Communication and Public Sphere (Cox, 2012). Buku ini dirilis tahun 2010 dan dalam waktu singkat sudah menjalani proses cetak ulang. Gagasan Cox bisa dikatakan sebagai kajian terlengkap dalam memantapkan gagasan tentang komunikasi lingkungan.