Materi Kuliah
Komunikasi Lingkungan Sejarah Singkat dan Dasar Pembentuk Keilmuan
- Yenrizal
- 17 Dec 2024
- dilihat 513
Desa Tanah Pilih, Sumsel (dok. 2018)
Tak lama berselang, seorang ahli lingkungan, Arne Naess mengemukakan gagasannya tentang persoalan etika yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup (Naess, 2001). Naess dengan kepiawaian analisis filosofisnya menjabarkan kerusakan lingkungan karena dominasi etika Cartesian. Etika yang berpusat pada manusia ini, ternyata kemudian dianggap biang keladi kerusakan di muka bumi. Segala sesuatu dianggap sebagai hanya berbasiskan orientasi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, ia menggagas pembagian tiga etika penting yang kemudian dikenal dengan etika Antroposentrisme, Ekosentrisme dan Biosentrisme. Dua etika terakhir (ekosentris dan biosentris) adalah yang menghargai keragaman di dunia ini.
Arne Naess. Sumber : https://www.babelio.com/auteur/Arne-Naess/70991
Tahun 1980-an, terjadi beberapa aksi unjuk rasa dari para aktifis lingkungan di AS. Dalam melakukan aksinya, mereka mulai menggunakan ragam media, baik itu poster, photo yang memperjuangkan persoalan lingkungan. Hal ini menandai bahwa tradisi Retorika berkembang di AS dan menjadi metode baru dalam memperjuangkan masalah-masalah lingkungan. Ini kemudian banyak direspon akademisi sehingga menjadi kajian tersendiri. Disinilah kemudian ditetapkan bahwa awal mula perkembangan ilmu komunikasi lingkungan berangkat dari fenomena Retorika di AS pada tahun 1980-an (Littlejohn & Foss, 2008; Nordahl Backlund, 2016; William, 2022).
Palembang - Clouds



0 Komentar