Artikel
Nan Aluih Identitas Pasaman Barat Yang Tergerus
- Yenrizal
- 14 Jun 2025
- dilihat 293
Gerbang masuk Kabupaten Pasaman Barat
Sekarang Pasaman Barat bukan lagi daerah pelosok, bukan lagi wilayah yang tak tampak di peta. Wilayah kaki gunung bertanah subur ini tumbuh menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru. Hasil bumi melimpah ruah, kelapa sawit jadi andalan, jeruk berayun ranum, padi dan jagung ikut pula meningkahi. Anak-anak mudanyapun berlomba-lomba meneruskan sekolah dan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Tak hanya di Sumbar, bahkan ke pulau Jawa dan sampai ke luar negeri.
Mulai dari pinggang Gunung Pasaman dan Talamau, sampai ke bibir pantai Sasak, Maligi, Aia Bangih hingga sampai ke bukit Gunung Tuleh, hamparan kebun kelapa sawit tampak menghijau. Begitupun dijalan raya yang mulus, lalu lalang truk pengangkut kelapa sawit dan CPO sudah jadi hal biasa.
Rumah-rumah reot berdinding kayu yang dulu banyak ditemukan, sekarang berganti rumah beton nan kokoh. Hilir mudik mobil pribadi bahkan sudah menimbulkan kemacetan. Ekonomi bergerak, kemakmuran sudah terasakan.
Lantas bagaimana dengan Nan Aluih? Akankah stigma itu masih melekat ataukah ia ikut pula pudar seiring dengan para pemilik “nan Aluih” yang mulai sibuk menghitung pitih penjualan sawit?
Palembang - Clouds



0 Komentar