Artikel
Nan Aluih Identitas Pasaman Barat Yang Tergerus
- Yenrizal
- 14 Jun 2025
- dilihat 293
Gerbang masuk Kabupaten Pasaman Barat
Lompatan percepatan pembangunan di Pasaman Barat harus diakui sangat cepat. Dalam usianya yang sekarang sudah mencapai 19 tahun sejak pertama kali definitif sebagai kabupaten, berbagai perubahan banyak terjadi. Perkebunan melesat cepat, baik milik penduduk maupun perusahaan berskala menengah dan besar.
Efek dari percepatan pembangunan mau tidak mau menjadikan wilayah Pasaman Barat berkembang menjadi daerah yang dikebut pada sisi modernitas. Jika dulu serba konvensional sekarang beralih ke serba digital, andai dulu memasak dengan kayu api, sekarang kompor gas sudah tersedia, jika dulu mandi cukup berendam ke sungai atau banda, sekarang aliran PDAM sudah mengucur.
Perubahan-perubahan besar tersebut juga kemudian menggerus sisi sosial kemasyarakatan dan beralih ke pola pikir masyarakat. Tak heran jika kemudian BPS mencatatkan angka pengangguran di Pasaman Barat tahun 2021 mencapai 9.979 orang (4,69%).
Bagi saya ini agak mengherankan, karena daerah ini adalah daerah pertanian dan perikanan. Dulu sangat sulit mencari pengangguran karena hutan luas, ladang banyak, lautpun lebar. Selagi masih mau berusaha, mau mengambil lading, cangkul ataupun tajak dan kedong, kerjaan itu ada. Tak punya lahan? Menumpanglah kepada yang punya, bukalah kebun palawija, soal hasil bisa dinegosiasikan. Pengecualian bagi yang malas ataupun mengasumsikan bekerja itu adalah menjadi karyawan atau pegawai.
Palembang - Clouds



0 Komentar