Feature

Semende itu Tak Banyak Berubah


Desa Segamit Semende Darat Ulu

Semende, hakikatnya tak banyak berubah, ia masih tetap dingin, sejuk, berliku bukit, berkelok jalan, dalamnya lurah dan jurang, dan hempasan air di Sungai Aik Talang Kighae. Tengkiang-tengkiang itu masih berdiri, rumah Baghi masih tampak kokoh, dan terpenting para Tunggu Tubang masih tetap setia menjaga warisan keluarga besar. Para Anak Belai masih tetap patuh dan hormat dengan Meraje nya masing-masing. Dan disudut kampung sayup masih kudengar lantunan gitar tunggal, dendangnya Jeme Semende.

Itulah Tanah Semende (kerap disebut dengan Semendo).


Perjalanan panjang dari Palembang, ataupun Muara Enim sebagai ibukota kabupaten seakan terlepaskan penatnya saat menginjak hamparan sawah dan menikmati pekat asamnya Kopi Robusta. Jemuran kopi yang terhampar begitu saja di tengah jalan, menunggu ban mobil melindas, jadi pemandangan unik. Cara tradisional nan praktis dalam memecah biji kopi dari kulitnya.