Feature

Semende itu Tak Banyak Berubah


Desa Segamit Semende Darat Ulu

Di berbagai sudut persawahan, Tengkiang yang tetap kokoh, berpadu dengan dangau-dangau (rumah kebun), berpadu pula dengan helaan nafas beberapa kerbau yang terpaut ke padang rumput. Ataran itu begitu luas, walau tak bisa disebut sebagai dataran. Ataran atau hamparan, merujuk pada area persawahan yang dikelola oleh banyak warga, berjenjang membentuk sawah-sawah tebing. Padi-padi lokal jenis Jambat teghas juga masih banyak ditanam warga, padi yang panennya adalah sekali setahun dalam usia 7 – 8 bulan.

Dentingan alunan gitar tunggal sesekali masih terdengar di sela-sela anjungan rumah panggung dan Rumah Baghi yang masih tersisa. Rombongan ibu-ibu yang menggantungkan Kinjar di atas keningnya, masih kuat berjalan menaiki dan menuruni bukit. Kendati sepeda motor sudah begitu banyak di Semende, tapi ke kebun membawa kinjar dengan jalan kaki masih kerap dilakukan.

Semende panjang (Semende Panjang), begitu para ahli menyebut daerah ini, memang panjang dan luas, nun berbatasan dengan kawasan Besemah, komunitas etnis yang sejatinya bertautan dulur (saudara) dengan Semende. Namun seluas dan sepanjang apapun Semende, ia tak banyak berubah.